Analisis Kualitatif Kompetensi Kadet Permesinan Kapal dalam Menghadapi Dunia Industri Maritim Qualitative Analysis of Ship Engine Cadet Competencies in Facing the Maritime Industry

Isi Artikel Utama

Okto

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif kompetensi kadet Permesinan Kapal dalam menghadapi tuntutan dunia industri maritim. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kadet, dosen, serta praktisi industri maritim. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kadet pada aspek pengetahuan teoritis berada pada kategori baik, khususnya dalam pemahaman sistem permesinan kapal. Namun demikian, terdapat kesenjangan pada aspek keterampilan praktis, terutama dalam kemampuan troubleshooting dan pengambilan keputusan teknis. Selain itu, kompetensi non-teknis seperti komunikasi, kerja tim, kepercayaan diri, dan budaya keselamatan kerja belum sepenuhnya berkembang secara optimal. Temuan penelitian juga mengindikasikan bahwa kesiapan kadet dalam menghadapi dunia industri maritim masih perlu ditingkatkan melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik, integrasi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta peningkatan pengalaman lapangan.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Referensi

[1] Baldauf, M., Schröder-Hinrichs, J. U., Kataria, A., Benedict, K., & Tuschling, G. (2016). Human element in maritime accidents: Analysis of accidents in the shipping sector. Procedia Engineering, 100, 157–166.

[2] Bal, E., Albayrak, T., & Albayrak, M. (2015). Career expectations of maritime students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 207, 65–72.

[3] Branch, A. E. (2007). Elements of shipping (8th ed.). Routledge.

[4] Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

[5] Gekara, V. O. (2009). Understanding attrition in the shipping industry: The case of seafarers. WMU Journal of Maritime Affairs, 8(2), 209–223.

[6] International Maritime Organization (IMO). (2017). STCW Convention and STCW Code (2017 Edition). London: IMO Publishing.

[7] Manuel, M. E. (2017). Vocational and academic approaches to maritime education and training (MET): Trends, challenges and opportunities. WMU Journal of Maritime Affairs, 16(3), 473–483.

[8] Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

[9] Ng, A. K. Y., & Yip, T. L. (2009). Competitiveness of seafarers: A study of maritime professionals. Transport Reviews, 29(4), 517–535.

[10] Sampson, H. (2013). International seafarers and transnationalism in the twenty-first century. Manchester University Press.

[11] Stopford, M. (2009). Maritime economics (3rd ed.). Routledge.

[12] Ziarati, R., Ziarati, M., & Acar, U. (2010). Challenges in maritime education and training. Global Maritime Conference Proceedings.

[13] Bloor, M., Thomas, M., & Sampson, H. (2000). Problems of recruitment and retention of seafarers. Cardiff University.

[14] Emad, G., Roth, W. M., & Wolff, A. (2016). Maritime education and training: The development of modern seafarers. Journal of Maritime Affairs, 15(2), 231–245.

[15] Kitada, M. (2013). The future of maritime education and training. WMU Journal of Maritime Affairs, 12(2), 173–188.

[16] Oldenburg, M., Jensen, H. J., Latza, U., & Baur, X. (2009). Seafaring stressors aboard merchant and passenger ships. International Journal of Public Health, 54(2), 96–105.

[17] P. Manceke, B. Winkler, B. Manhartsgurber, 2001, Magneto–rheological damper. US006623364B2,

[18] W.J Rachmeyer, F. Chain, 2005, Calibration and verification testing facilities using an orifice. www.engineering.udu.edu/cee/, diakses 21 Juli 2005.