Studi Tentang Sumber Kebisingan Dan Getaran Pada Kapal Kargo Serta Dampaknya Terhadap Kesehatan Awak Kapal

Isi Artikel Utama

Dimas Agung Aulia

Abstrak

Kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin kapal dan sistem propulsi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi awak kapal, seperti gangguan pendengaran, nyeri otot, kelelahan, dan stres. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada kapal kargo yang beroperasi di perairan internasional. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan sound level meter, sedangkan pengukuran getaran menggunakan alat vibrasi meter di tiga titik utama, yaitu ruang mesin, dek kapal, dan ruang kontrol. Selain itu, kuesioner diberikan kepada 50 awak kapal untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di ruang mesin mencapai 85-100 dB, sedangkan tingkat getaran di ruang mesin adalah 1,2-1,8 m/s², yang melebihi batas aman yang disarankan oleh WHO. Dampak kesehatan yang paling umum dialami oleh awak kapal adalah gangguan pendengaran (42%), nyeri otot dan sendi (38%), serta kelelahan dan insomnia (35%). Penelitian ini menyarankan agar perusahaan pelayaran memperhatikan aspek kesehatan awak kapal dengan memperkenalkan kebijakan pengurangan kebisingan dan getaran, serta menyediakan fasilitas perlindungan yang memadai. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran awak kapal mengenai risiko kesehatan akibat paparan kebisingan dan getaran di lingkungan kerja kapal.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Referensi

[1] Arikunto, S. (2012). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

[2] Baş, M., & Eryiğit, S. (2018). The Effects of Ship Vibration and Noise on Crew Health and Performance. Journal of Marine Science and Technology, 26(3), 327–336.

[3] European Agency for Safety and Health at Work. (2005). Directive 2003/10/EC on the Minimum Health and Safety Requirements Regarding the Exposure of Workers to the Risks Arising from Physical Agents (Noise). Luxembourg: Office for Official Publications of the European Communities.

[4] Mansfield, N. J. (2005). Human Response to Vibration. Boca Raton: CRC Press.

[5] International Maritime Organization (IMO). (2014). Code on Noise Levels on Board Ships. London: IMO.

[6] ISO 2631-1. (1997). Mechanical Vibration and Shock – Evaluation of Human Exposure to Whole-body Vibration – Part 1: General Requirements. Geneva: International Organization for Standardization.

[7] Park, M. Y., Lee, K. J., & Kang, D. M. (2017). The Effects of Occupational Vibration Exposure on the Prevalence of Musculoskeletal Disorders in Korean Shipyard Workers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(10), 1157.

[8] Seixas, N. S., Neitzel, R., Sheppard, L., & Goldman, B. (2005). Alternative Metrics for Noise Exposure Among Construction Workers. Annals of Occupational Hygiene, 49(8), 747–757.

[9] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

[10] World Health Organization (WHO). (1999). Guidelines for Community Noise. Geneva: WHO.