Studi Kasus Tingkat Kebisingan di Kamar Mesin Dan Pemilihan Peredaman

Isi Artikel Utama

maretha a

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana getaran berlebih dapat memengaruhi kerusakan bantalan dan ketidaksejajaran poros pada mesin utama kapal. Getaran yang tidak terkontrol sering menjadi penyebab utama kerusakan pada sistem permesinan, khususnya pada komponen yang bergerak atau berputar. Dalam studi kasus ini, pendekatan - pendekatan yang digunakan meliputi beberapa observasi langsung dan juga pengukuran amplitudo getaran di sejumlah titik penting, contohnya seperti poros dan bantalan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa amplitudo getaran pada bantalan 1, bantalan 2, dan poros B melebihi ambang batas standar yang diperbolehkan, yang menandakan adanya keausan serta ketidaksejajaran yang cukup serius.Temuan ini selaras dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan erat antara meningkatnya risiko kerusakan dan tingginya getaran komponen mesin. Berdasarkan hal tersebut, studi ini menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap getaran mesin sebagai langkah preventif untuk mendeteksi kerusakan sejak dini dan mencegah gangguan operasional yang lebih besar. Dengan menerapkan sistem monitoring getaran yang benar, keandalan sistem permesinan kan meningkat, serta memperpanjang usia pakai mesin utama pada kapal.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Referensi

[1] Ghassemi, H., & Jafary, A. (2014). Prediction of noise and vibration in ship structure using finite element method. Journal of Marine Science and Application, 13(3), 348–356. https://doi.org/10.1007/s11804-014-1283-6

[2] Cho, H. H., & Lee, K. S. (2018). A study on the soundproof performance of ship engine room insulation systems. Journal of Mechanical Science and Technology, 32(4), 1727–1733. https://doi.org/10.1007/s12206-018-0322-z

[3] Hwang, S. H., & Lee, H. W. (2015). Experimental study on the vibration reduction of marine engine mount systems. Ocean Engineering, 109, 476–484. https://doi.org/10.1016/j.oceaneng.2015.09.007

[4] Widodo, B., Siregar, A. M., & Sudarsono, R. (2021). Analisis Tingkat Kebisingan di Kamar Mesin Kapal dan Evaluasi Penggunaan Material Peredam Akustik. Jurnal Teknik Perkapalan ITS, 10(2), 133–140. https://doi.org/10.12962/jurnalteknikperkapalan

[5] Prasetyo, R. A., & Susanto, H. (2020). Evaluasi Getaran pada Fondasi Mesin Utama Kapal dengan Menggunakan Isolator. Jurnal Rekayasa Kapal, 8(1), 21–29. https://doi.org/10.25077/jrk.8.1.21-29.2020

[6] International Maritime Organization (IMO). (2014). Code on Noise Levels On Board Ships (MSC.337(91)). London: IMO Publishing.

[7] International Organization for Standardization (ISO). (2000). ISO 6954:2000 – Mechanical vibration – Guidelines for the measurement, reporting and evaluation of vibration with regard to habitability on passenger and merchant ships. Geneva: ISO.

[8] Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). (2019). Rules for Machinery Installations: Vibration and Noise. Jakarta: BKI Publishing.

[9] Lee, J. H., & Kim, S. W. (2017). Noise and vibration control in ship engine rooms using advanced damping materials. Journal of Sound and Vibration, 406, 153–165. https://doi.org/10.1016/j.jsv.2017.06.035

[10] Wang, Y., & Chen, L. (2020). Monitoring and analysis of shaft alignment and bearing wear in marine propulsion systems. Ocean Engineering, 217, 107971. https://doi.org/10.1016/j.oceaneng.2020.107971