Studi Kasus Kerusakan Bantalan dan Poros Akibat Getaran Berlebih pada Sistem Permesinan Kapal
Isi Artikel Utama
Abstrak
Sistem permesinan kapal memiliki peran sentral dalam mendukung operasional pelayaran, baik dalam hal pengangkutan logistik maupun pelayanan transportasi penumpang.Meskipun dirancang dengan standar ketelitian tinggi untuk menjamin kinerja maksimal dan optimal, sistem ini tetap berisiko mengalami gangguan teknis, salah satunya berupa getaran dan suara kebisingan yang berlebihan. Kondisi semacam ini tak hanya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan kru kapal, tetapi juga bisa menjadi sinyal awal dari potensi kerusakan komponen mesin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak getaran berlebihan terhadap kerusakan yang terjadi pada komponen bantalan dan poros dalam sistem mesin kapal.Studi dilakukan melalui pendekatan studi kasus pada sebuah unit mesin kapal yang menunjukkan gejala abnormal berupa peningkatan tingkat getaran. Dengan melakukan pengukuran vibrasi, inspeksi visual, serta analisis kondisi komponen, ditemukan bahwa keausan pada bantalan dan ketidaksejajaran poros menjadi penyebab utama gangguan. Hasil evaluasi mengungkap bahwa ketidakseimbangan komponen dan kesalahan dalam proses pemasangan menjadi faktor pemicu utama naiknya tingkat getaran, bahkan melebihi ambang batas yang direkomendasikan. Kondisi ini berdampak langsung pada naiknya temperatur operasional mesin,penurunan efisiensi, dan berisiko menyebabkan kerusakan sistem secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan vibrasi secara berkala serta penerapan perawatan preventif guna menghindari kerusakan yang lebih serius pada sistem permesinan kapal.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian
Referensi
International Maritime Organization (IMO). (2014).
Code on Noise Levels on Board Ships. London: IMO.
American Bureau of Shipping (ABS). (2019). Guide for Passenger Comfort on Ships. Houston: ABS.
ISO 2631-1:1997. (1997). Mechanical vibration and shock -- Evaluation of human exposure to whole-body vibration -- Part 1: General requirements. Geneva: International Organization for Standardization.
Holman, J. P. (1986). Heat Transfer (6th ed.). McGraw-Hill, Inc.
Manceke, P., Winkler, B., & Manhartsgurber, B. (2001). Magneto–rheological damper (U.S. Patent No. US006623364B2).
Mochizuki, S., & Osaka, H. (1998, July 22–23). Drag reduction with submerged ribs and its mechanism in a turbulent boundary layer over d-type roughness. In Proceedings of the International Symposium on Seawater Drag Reduction (pp. 121–126). Newreport, Rhode Island.
Rachmeyer, W. J., & Chain, F. (2005). Calibration and verification testing facilities using an orifice. Retrieved July 21, 2005, from http://www.engineering.udu.edu/cee/
Yuli, T. S. (2013). Studi eksperimental identifikasi kavitasi pada elbow 90° berdasarkan spektrum getaran dan tingkat kebisingan (Tugas Akhir, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya).
SNI 7231:2009. (2009). Metode Pengukuran Tingkat Kebisingan di Tempat Kerja. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
ISO 2631-1:1997. (1997). Mechanical vibration and shock -- Evaluation of human exposure to whole-body vibration -- Part 1: General requirements. Geneva: International Organization for Standardization.